Dampak Negatif dari Pertikaian OrangTua terhadap Emosional Anak
September 4th, 07 |

BAGAIMANA PERSELISIHAN RUMAH TANGGA DAN PERCERAIAN DAPAT MERUGIKAN ANAK

Beberapa jenis perselisihan rumah tangga memiliki efek-efek yang mendalam terhadap kesehatan jasmani dan emosional anak-anak, dan juga terhadap kemampuan anak-anak untuk bergaul dengan teman-teman sebaya.

Anak-anak yang melihat ibu dan ayah mereka bersikap garang, bermusuhan, atau saling menghina besar kemungkinannya akan memeragakan tingkah laku semacam itu dalam hubungan-hubungan dengan teman-teman mereka. Tanpa adanya contoh-contoh peran untuk mengajar mereka bagaimana mendengarkan dengan empati dan menyelesaikan masalah secara gotong-royong, anak-anak mengikuti lakon yang telah diberikan orangtua mereka kepada meraka–lakon yang mengatakan bahwa permusuhan dan sikap bertahan merupakan tanggapan yang tepat terhadap perselisihan; bahwa orang yang galak mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.

Meskipun tentunya masuk akal bahwa anak-anak yang hidup dengan pengaruh negatif konflik orangtua itu belajar dari contohnya, yakin bahwa perselisihan rumah tangga barangkali memiliki pengaruh yang lebih mendalam dan lebih mendasar terhadap anak-anak–terutama bagi anak-anak yang terkena masalah-masalah keluarga yang berat sejak saat mereka amat kecil.Tekanan hidup karena konflik orangtua dapat mempengaruhi perkembangan sistem saram otonom seorang bayi, yang pada gilirannya menentukan kemampuan seorang anak untuk menghadapinya.

Tidak dapat disangkal bahwa anak-anak menjadi sedih bila mereka menyaksikan perkelahian orangtuanya.Studi-studi telah membuktikan bahwa bahkan anak-anak bereaksi terhadap perselisihan orang dewasa dengan mengalami perubahan fisiologi seperti meningkatnya detak jantung serta tekanan darah.

MELINDUNGI ANAK DARI PENGARUH-PENGARUH NEGATIF PERTIKAIAN RUMAH TANGGA

Dengan begitu banyak bukti bahwa anak-anak dapat dibahayakan oleh pertikaian ayah dan ibu mereka, sejumlah orangtua barangkali bertanya-tanya apakah sasaran mereka adalahh melarang segala bentuk perselisihan rumah tangga, atau sekurang-kurangnya menjaga agar pertengkarang-pertengkaran itu tidak dilihat oleh anak-anak. Bukan saja gagasan ini merupakan gagasan buruk, gagasan itu pun mustahil. Perselisihan dan amarah merupakan unsur-unsur wajar kehidupan perkawinan sehari-hari. Pasangan-pasangan mereka yang tak dapat dihindarkan itu da menjalani perbedaan-perbedaan tersebut akan memiliki hubungan-hubungan yang lebih bahagia dalam jangka panjangnya. Dan, sebagaimana orangtua yang menerima emosi-emosi negatif berada dalam posisi yang lebih baik untuk menolong anak-anak mereka mengatasi emosi-emosi mereka sendiri yaitu amarah, kesedihan, dan rasa takut.

Selain itu, studi-studi membuktikan bahwa anak-anak barangkali dapat menarik manfaat dari menyaksikan jenis-jenis tertentu perselisihan keluarga, terutama bila orangtua mereka tidak sepakat dengan cara yang penuh hormat dan bila jelas bahwa orangtua berusaha secara konstruktif untuk mencapai penyelesaian. Apabila anak-anak tidak pernah menyaksikan orang-orang dewasa dalam kehidupan mereka menjadi marah satu sama lain, tidak sepakat, dan kemudian menyelesaikan perbedaan-perbedaan mereka, mereka akan kehilangan pelajaran penting yang dapat menyumbangkan pada kecerdasan emosional.

Kuncinya adalah mengelola konflik dengan salah satu orangtua anak Anda sedemikian rupa sehingga tidakan itu dapat menjadi suatu contoh yang baik, bukannya pengalaman yang merugikan bagi anak tersebut. Jelaslah, ini lebih baik mudah dikatakan daripada dilakukan–terutama mengingat cara para orangtua tunggal (dan mantan pasangan hidup) mengobarkan emosi masing-masing. Namun, penelitian akhir-akhir ini memberikan sejumlah isyarat tentang bagaimana orangtua dapat saling berhubungan dengan cara yang melindungi dan bermanfaat bagi anak-anak mereka.

Bersumber dari buku “Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memilii Kecerdasan Emosional” oleh John Gottman, Ph.D. bersama Joan DeClaire.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Search
Archives
Pages
Categories
Meta
Visit the Site
www.flickr.com
eXTReMe Tracker